sketsa_hidup

18 Januari 2009

untuk kesekian kalinya CINTA.

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — email90 @ 22:08

terinspirasi dari buku “CINTA KITA, BEDA!!” terbitan Pro-U Media penulisnya sepasang suami istri, Muhammad Nazhif Masykur dan Evi Ni’matuzzakiyah. buku hadiah dari saudara di Bandung, anak MyQuran yang kebetulan lahir di Padang sehingga aktif di thread minang. Buku ini direkomendasikan oleh seorang akhwat Bandung juga. bagi yang mengaku masih remaja, kudu musti n wajib nih :mrgreen: baca buku ini.. berikut ulasan singkat saya mengenai buku ini.. :)

 

kira kira menurutmu apa sih definisi cinta? pertanyaan ini yg saya ajukan pada anggota tarbiyah siang ini.. respon yang mereka berikan hanya tersenyum malu-malu dan tersipu-sipu, makin saya tanya makin gagap ga tau mo jawab apa.. hehehh. “hmm,hmm,hmm, cinta itu, hmm,hmm, wah susah kak” itu kata mereka. saya cuma tersenyum lebar dan mulai mendefinisikan cinta menurut saya. cinta itu sama dengan satu per nol yang hasilnya tak terdefinisi. merekapun tertawa. banyak pujangga yang mencoba mendefinisikan cinta, namun saya suka dengan definisi yang satu ini, dari guru matematika. tapi, ada hal penting yang harus kita pahami lebih dari sekedar memahami defenisi dari cinta, yaitu bagaimana menempatkan cinta. mengutip dari seorang punyair ”Aku tidak tahu apakah pesonanya yang memikat atau mungkin akalku yang tidak lagi ditempat”, itu mungkin yang disebut kekuatan cinta, karena cinta itu juga relatif ya kan?

bagi yang pusing karena cinta cobalah sejenak kita melupankannya, karena kadang selesaikan masalah dengan melupakannya (Quotes by Tarbawi). bagaimanapun kita, kita harus sadar dengan sesadar sadarnya bahwa cinta adalah sesuatu yang berharga yang dapat dirasakan manusia sebagai bukti kalau Penciptanya juga mencintainya, ingin hambanya bahagia dengan hadirnya rasa cinta, mungkin ini melatarbelakangi istilah cinta itu anugrah :) . namun, jangan sampe deh rasa cinta yang suci itu ternodai kesuciannya karena susuatu yang tidak suci (welah ribed nih bahasa).

nah, pada halaman 89 ada tulisan ini nih..

aku bertanya kepadamu dimanakah kehalalan pacaran, kalau yang ada justru larangan untuk mengumbar pandangan? “pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. maka barang siapa yang memalingkan pandangan dari kecantikan seorang wanita ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan dihatinya kelezatan sampai pada hari kiamat” (HR Ahmad)

 terlihat bagaimana islam mengatur hal-hal sekecil apapun, walau tampak sepele dalam hal hanya menjaga pandangan, namun yakinlah kalau hal kecil ini tak bisa kita kendalikan maka sangat mungkin ia akan menjadi celah-celah maksiat yang lebih besar. makanya pacaran yang sudah ada tradisinya semenjak zaman purba ini (jadi siapa tuh yang kuno? orang yang pacaran atau yang ga pacaran nih? ), di kategorikan dalam hal yang mendekati zina. ingat kan ayat ini “dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” (QS Al-isro 32)

yah, begitulah karena pacaran bukanlah jalan mengekspresikan rasa cinta. karena saya remaja, maka wajar kalau pacaran punya keterkaitan yang sangat erat (kata mereka) dengan cinta, sehingga ketika seorang remaja seperti saya bicara cinta maka pacaranpun menjadi bagiannya. apalagi kalau ada yang bertanya, adakah pacaran dalam islam? hem. dengan lantang dan tak ragu0ragu akan saya jawab TIDAK. yah, tidak ada pacaran dalam islam, bisa dianalogikan apakah babi menjadi halal setelah membaca bismillah ketika menyembelihnya? yah! tepat! jawabannya adalah TIDAK. begitu juga dengan pacaran.

jadi, kita musti berpandai-pandai dalam menempatkan rasa cinta.. karena cinta itu suci maka jangan nodai. karena saya malu ketika cinta saya belum total kepada Dzat pemberi rasa cinta.. sementara cinta-cinta yang lain begitu menyita fikiran saya..

saat ini, jiwa saya benar-benar dipenuhi cinta.. :)

wallahua’lam

12 Januari 2009

cahaya diatas cahaya

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — email90 @ 23:22

[2:17,257]*[4:174]*[5:15,16,44,46]*[6:91,122]*[7:108,157]*[9:32]*[10:5]*[14:1,5]*[18:90]

[22:8]*[24:35,40]*[25:61]*[33:43,46]*[35:20]*[39:22,69]*[42:52]*[57:9,12,13,19,28]*[61:8]*[64:8]*[65:11]*[66:8]*[71:16]*[75:8]*[84:16]*[86:3]*[91:1]*[92:1]

 

Jangan pusing dulu, kutipan di atas merupakan surat n ayat didalam alqur’an yang harus anda check sekarang.. ayo liat qur’an dan baca terjemahannya.. :mrgreen: dari hasil search kata-kata cahaya terdapat 27 kali dalam surat yang berbeda.. ada apa dengan cahaya?

 

cahaya diatas cahaya, postingan ini terinspirasi dari al-quran surat an-nur ayat 35 “Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”

 

jadi teringat kisah pas MTsN dulu…

 

ada seorang guru faforit saya, beliau biasa dipanggil bu haji, pengajar mata pelajaran Fiqih, umurnya tak muda lagi, saya belajar Fiqih dengan beliau ketika kelas 2 dan 3,  saya menyukai cara mengajarnya, tidak ada keraguan dan punya dalil yang pasti. dan yang paling berkesan, beliau punya metode belajar yang lain dari yang lain..

jam pelajaran Fiqih selalu berada pada jam 1 dan 2, pagi-pagi, ini bukan kebetulan, tentu ada sebabnya. apakah gerangan? ^_^

 

ABG (Anak Baru Gede), memang harus selalu di awasi n diperhatikan dengan penuh kasih sayang. mereka punya gambaran dunia sendiri yang ingin mereka lukis setiap hari, mempunyai keluguan yg bisa menipu n tertipu…

guru yang cerdas adalah yang punya komitmen untuk mengajar sekaligus mendidik, terserah memakai metode apa, yang terpenting mengena dan tepat sasaran. bu haji, punya cara sendiri untuk mendidik anak muridnya, jam pelajaran Fiqih yang selalu pada jam awal pelajaran pagi tidak lain dan tidak bukan untuk melancarkan aksinya kepada kami.. :D . entahkah apakah ini sesuatu yang biasa, tapi tetap saja ini adalah hal yang berkesan bagi diri saya sampai saat ini.. :) .

 

hal yang berkesan itu adalah…

setiap akan memulai pelajaran, beliau selalu mengabsen setiap muridnya, sekaligus menanyakan apakah hari ini sholat subuh atau tidak? katanya, bagi yang ketahuan berbohong bisa dilihat dari cahaya pada mukanya dan bekas tanda pada jidatnya. spontan, seisi kelas riuh, karena bagi yang ketahuan tidak sholat subuh maka bersiaplahlah menerima rapor merah [yang merah itu bukan rapornyah ya :D ]. tak tahu ini memang benar adanya atau hanya hal untuk menakut-nakuti kami, tapi pernah terjadi insiden yang membuat kami semakin percaya dengan “kemampuan” sang guru :mrgreen: , ketika akhirnya salah seorang teman mengakui juga kebohongannya.

dan ada pula yang mencoba cara nyeleneh lainnya, seperti : “kalau awak manjalang pai sakolah, wak gosok-an minyak tounco ka kaniang supayo nampak licin”, spontan kamipun sakit perut karena tertawa.. :D

 

tapi, terlepas dari itu semua, hal yang mula-mulanya dipaksakan akan bisa menjadi kebiasaan.. sehingga kami paham kalau sholat itu wajib, tidak hanya sekedar tahu..

bagaimana sekarang kabarnya bu haji? sudah lama tak mendengar kabarnya, karena setelah saya tamat, beliaupun pensiun..

 

semoga Allah SWT melimpahkan rahmad dan ridho-Nya untuknya untuk guru kebanggaan dan guru faforitku.. ^-^

 

cahaya.. cukuplah itu menjadi tanda-tanda bagi orang-orang yang berfikir..

 

wallahua’lam

8 Januari 2009

Bahasa itu Ajaib

Diarsipkan di bawah: sekedar opini — Tag: — email90 @ 21:25

bagaimana memahamkan apa yang kita inginkan pada seseorang, menjabarkan ide-ide cemerlang, memahami keadaan lawan bicara, menularkan semangat, suka tidak suka, dan senang tidak senang itu semua tercipta karena kita punya bahasa

sedari kecil, ketika muncul kedunia, menangis dan tertawa itu bahasa pertama yang kita gunakan. beranjak tahun, kitapun mulai membahasakan bahasa itu kedalam kata-kata yang sampai sekarang kita kenal melalui pelajaran mnulis dan membaca Bahasa Indonesia ketika TK dahulu, itu karena kita terlahir di bumi nan elok, bumi pertiwi, bangsa indonesia.

ajaibnya bahasa, ada orang yang sembuh dari komplikasi penyakit karena bahasa, yah.bahasa yang ia coba ungkapkan dalam bentuk kata-kata yang terangkai dalam tulisan, akhirnya menjadi buku sehingga tersematlah julukan penulis yang paling produktif. itu semua karena kita punya bahasa.

ajaibnya bahasa, bahasa gaul, bahasa kampung, dan bahasa resmi. bagaimana bahasa tercipta, tidakkah itu hebat? ajaib? yang lebih hebat lagi bagaimana kata-kata bisa mewakili jiwa. tidakkah bahasa itu menakjubkan?

ajaibnya bahasa, ia bisa menyangkut 2 bagian, bahasa lisan dan bahasa tulisan. kemudian bahasa lisan terbagi lagi menjadi kalimat langsung dan tak langsung. bahasa tulisan terbagi atas maksud tersurat dan tersirat. ah, ternyata ada banyak orang pengagum bahasa, karena ternyata bahasa itu ajaib, ada banyak orang yang menguasai beragam bahasa, katanya bahasa itu unik. 

bagaimana seseorang bisa menangis karena bahasa dan gembirapun karena bahasa. yah, lebih tepat rasanya kalau disebut bahasa.

semutpun punya bahasa. Makhluk Hidup punya bahasa, karena mereka mampu merasa, dan karena mereka diciptakan untuk memikirkan dan merekapun mambahasakan..

“maka, nikamat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

wallahua’lam

4 Januari 2009

titik, garis, n huruf..

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — email90 @ 15:37

susah bertanya pada kejujuran..

cukuplah hilangkan saja angan-angan..

berganti tatapan yakin akan kepedulian..

hidup sudah cukup bosan melihatmu.

sudah geram dengan tingkahmu.

biarlah, hilangkan semua..

belajar melupakan salah, susah, pengorbanan yang salah kaprah.

katanya beresolusi itu akan lebih baik..

selamat membuat resolusi..

welcome a new day..

bukan karena aku tak mampu

tapi, dulu aku belum tahu, belum paham, belum sadar.

bagaimana sekarang?

Blog pada WordPress.com.