terinspirasi dari buku “CINTA KITA, BEDA!!” terbitan Pro-U Media penulisnya sepasang suami istri, Muhammad Nazhif Masykur dan Evi Ni’matuzzakiyah. buku hadiah dari saudara di Bandung, anak MyQuran yang kebetulan lahir di Padang sehingga aktif di thread minang. Buku ini direkomendasikan oleh seorang akhwat Bandung juga. bagi yang mengaku masih remaja, kudu musti n wajib nih
baca buku ini.. berikut ulasan singkat saya mengenai buku ini..
kira kira menurutmu apa sih definisi cinta? pertanyaan ini yg saya ajukan pada anggota tarbiyah siang ini.. respon yang mereka berikan hanya tersenyum malu-malu dan tersipu-sipu, makin saya tanya makin gagap ga tau mo jawab apa.. hehehh. “hmm,hmm,hmm, cinta itu, hmm,hmm, wah susah kak” itu kata mereka. saya cuma tersenyum lebar dan mulai mendefinisikan cinta menurut saya. cinta itu sama dengan satu per nol yang hasilnya tak terdefinisi. merekapun tertawa. banyak pujangga yang mencoba mendefinisikan cinta, namun saya suka dengan definisi yang satu ini, dari guru matematika. tapi, ada hal penting yang harus kita pahami lebih dari sekedar memahami defenisi dari cinta, yaitu bagaimana menempatkan cinta. mengutip dari seorang punyair ”Aku tidak tahu apakah pesonanya yang memikat atau mungkin akalku yang tidak lagi ditempat”, itu mungkin yang disebut kekuatan cinta, karena cinta itu juga relatif ya kan?
bagi yang pusing karena cinta cobalah sejenak kita melupankannya, karena kadang selesaikan masalah dengan melupakannya (Quotes by Tarbawi). bagaimanapun kita, kita harus sadar dengan sesadar sadarnya bahwa cinta adalah sesuatu yang berharga yang dapat dirasakan manusia sebagai bukti kalau Penciptanya juga mencintainya, ingin hambanya bahagia dengan hadirnya rasa cinta, mungkin ini melatarbelakangi istilah cinta itu anugrah
. namun, jangan sampe deh rasa cinta yang suci itu ternodai kesuciannya karena susuatu yang tidak suci (welah ribed nih bahasa).
nah, pada halaman 89 ada tulisan ini nih..
aku bertanya kepadamu dimanakah kehalalan pacaran, kalau yang ada justru larangan untuk mengumbar pandangan? “pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. maka barang siapa yang memalingkan pandangan dari kecantikan seorang wanita ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan dihatinya kelezatan sampai pada hari kiamat” (HR Ahmad)
terlihat bagaimana islam mengatur hal-hal sekecil apapun, walau tampak sepele dalam hal hanya menjaga pandangan, namun yakinlah kalau hal kecil ini tak bisa kita kendalikan maka sangat mungkin ia akan menjadi celah-celah maksiat yang lebih besar. makanya pacaran yang sudah ada tradisinya semenjak zaman purba ini (jadi siapa tuh yang kuno? orang yang pacaran atau yang ga pacaran nih? ), di kategorikan dalam hal yang mendekati zina. ingat kan ayat ini “dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” (QS Al-isro 32)
yah, begitulah karena pacaran bukanlah jalan mengekspresikan rasa cinta. karena saya remaja, maka wajar kalau pacaran punya keterkaitan yang sangat erat (kata mereka) dengan cinta, sehingga ketika seorang remaja seperti saya bicara cinta maka pacaranpun menjadi bagiannya. apalagi kalau ada yang bertanya, adakah pacaran dalam islam? hem. dengan lantang dan tak ragu0ragu akan saya jawab TIDAK. yah, tidak ada pacaran dalam islam, bisa dianalogikan apakah babi menjadi halal setelah membaca bismillah ketika menyembelihnya? yah! tepat! jawabannya adalah TIDAK. begitu juga dengan pacaran.
jadi, kita musti berpandai-pandai dalam menempatkan rasa cinta.. karena cinta itu suci maka jangan nodai. karena saya malu ketika cinta saya belum total kepada Dzat pemberi rasa cinta.. sementara cinta-cinta yang lain begitu menyita fikiran saya..
saat ini, jiwa saya benar-benar dipenuhi cinta..
wallahua’lam









