hmm, anak anak.. selalu menjadi objek yang menarik untuk diperhatikan.. disana ada keceriaan tanpa beban, ada kepolosan yang menghangatkan, ada mimpi yang belum terjamah, ada kisah kisah yang menjadi perjuangan di tengah ketidak pastian hari esok, mereka dengan semangatnya, dengan ketulusan yang di bawanya, sungguh dari mereka kita mampu merenungi banyak hal.. karena sebelumnya kita adalah seorang anak dengan mimpi mimpi yang tak terbatas…
Suatu masa dalam ingatanku
Ku temui seseorang
Dengan semyum merekah
Sekaligus tangisan tak bersalah yang ia ungkapkan
Kadang, terasa sulit memahami
Hmm, siapakah gerangan?
Anak manis yang bersembunyi di balik dedaunan
Sambil memegang es, dan beberapa makanan “terlarang”
Yang tak boleh disentuh
Kata orang tuanya..
Hmm.. waktu terasa sebentar
Ingatanku mengambang dan sedikit demi sedikit menghilang..
Sang anak lolos dari mata mata orang tuanya,
Kemudian ia pulang ke rumah
Dan senyumnya kembali merekah..
Hmm.. anak yang manis.. ^_^
teruntuk : murid dan sekolah bersejarah, SDN 03 Padang Tiakar Mudik.
Kunjungan yg tidak direncanakan ke SD ku dahulu, ternyata guru SD ku masih ingat aku, setelah sebagian besarnya yg lupa lupa ingat.. hhaa
. dimataku wajah mereka kok tidak menua ya? Sama seperti dahulu, 7-10 tahun silam. ada juga yang sudah berpulang ke rahmatullah.. hmm, ibu wali kelasku ketika kelas 2 SD, yang sering memintai tolong untuk menutup pintu kelas padaku.. katanya “kaki ibuk indak tahan barangin-rangin”. Semoga jasa-jasamu di balas dengan sebaik baiknya balasan.amin..










Bila Kuingat
masa Kecil
dikampung halaman
pergi mengaji sore hari
bersama sahabat..
Gradasi mode is ON
Komentar oleh ksatria2610 — 30 Juli 2009 @ 20:44
banyak koleksi nasyid da david
Komentar oleh email90 — 10 Agustus 2009 @ 14:44
Hmm.
Kalau masalah koleksi, bisa lah..
Sebagai pengamat nasyid 2005 kebawah..
hehe
Komentar oleh ksatria2610 — 9 September 2009 @ 23:44
Kalau mbaca tulisan kak imeL jadi t’ingat masa2 kecilku dulu yang begitu indah.. dikelilingi ratusan sahabat karib nan senantiasa menyemangati..
Komentar oleh syandrez — 12 Agustus 2009 @ 09:20
sekarang tentu lebih banyak lg yg bs menyemangati.. semangat an! ^_^
Komentar oleh email90 — 22 September 2009 @ 17:31
oalahhh…

urang awak ruponyo..
orang tua ambo aseli bukittinggi..
tapi ambo lahir dan besar di bandung..
hehehe..
Komentar oleh oRiDo™ — 17 September 2009 @ 11:28
~heuheu
mas orido urang bukiktinggi ruponyo
bisa bahasa minang mas?
salam untuk mamanya, sesama urang minang, sy lahir n besar di payakumbuh
jangan2 istrinya org minang juga y, salam untuk istri dan anak-anak ^^
Komentar oleh email90 — 22 September 2009 @ 17:34
skrg saya sedang bekerja dan tinggal di kalimantan..
ortu tinggal di bogor..
istri..
bukan orang minang tuh..
istri orang Jogja..
alhamdulillah ortu saya pemikirannya gak kolot..
btw..
selamat idul fitri..
maaf lahir dan bathin..
Komentar oleh oRiDo™ — 25 September 2009 @ 08:21
wuihh..
menarik mel…
dunia anak2 yg ceriaaaa….
pasan guru kak ndak mel, “kalo lah sukses, kana2 juo lah guru SD wak, karano, kalau ndak dek jasa beliau, lun tontu wak bisa baraja kini lai’e..
hehehe
Komentar oleh Fathel — 25 Oktober 2009 @ 00:40