-twenty-

kumpulan harapan dari beberapa orang:

keberkahan dalam hidup, makin bijak dan dewasa, keselamatan, cepat lulus, dimudahkan segala urusan oleh-Nya, anak berbakti, membantu orang tua, bahagia selamanya, Allah SWT semakin sayang, Allah SWT makin rindu bertemu, hidup bermakna, menjadi lebih baik; bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat, negara, dan agama; jadi anak cerdas, muhasabah diri (sudahkah menjadi orang yang kehadirannya dirindukan, keberadaan meringankan, ketulusannya menyejukkan dan pemikirannya mencerahkan?), dll.

ditulis untuk dikenang, semoga Allah ijabah.. :)
jazakumullahu khairan katsira..
20 tahun, terlalu singkat untuk berkata kita telah belajar banyak dari kehidupan, sebab kita bukan siapa-siapa, tanpa orang-orang disekitar kita yang tak lupa mengingatkan, tak bosan mendo’akan, dan tak henti berharap yang terbaik untuk kita..

19-10-1990
19-10-2010

Cleavage

Presentasi Cleavage (pembelahan) ini merupakan tugas kuliah Struktur Perkembangan Hewan2. ketika searching, sangat sedikit materi tentang ini yang berhasil saya temukan di internet. bagi yang mencari tugas kuliah atau sejenisnya, monggo diunduh saja ;)

oy, ada banyak cerita yang menyertai presentasi ini, mulai dari sebelum presentasi (satu-satunya presentasi yang saya persiapankan selama 2 minggu, bukan disengaja sih tepatnya :p) pas presentasi (no comment deh :D ), dan setelah presentasi (amin allahumma amin….). kalau menceritakan semua, takutnya bisa menaikkan persentase kenarsisan saya.. :D

[update] setelah dicari-cari, ternyata file penjelasan presentasi ini masih saya simpan. berikut penjelasannya, mohon koreksi kalau ada yang salah ya.

CLEAVAGE/PEMBELAHAN

Pembelahan atau cleavage atau juga disebut segmentasi terjadi setelah pembuahan, yaitu disaat masuknya sperma kedalam telur. Zigot membelah berulang kali, pembelahan mitosis yang berlangsung secara berulang-ulang ini disebut cleavage. Proses pembelahan ini diaktifasi oleh enzim “mitosis promoting factor” (MPF). Bidang yang ditempuh oleh arah pembelahan ini disebut bidang pembelahan, ada 4 macam bidang pembelahan:
1. Ekuator
2. Latitudinal
3. Meridian
4. Vertical
Terbentuk bermacam pembelahan dipengaruhi oleh faktor banyak/sedikitnya kuning telur di sitoplasma, pembelahan lebih mudah dan cepat jika didalam sitoplasma terdapat lebih sedikit kuning telur.
Macam pembelahan itu terbagi atas:
- pembelahan Holoblastik (merata) yang dibagi atas:
a. Holoblastik equal (sempurna) dimana sel membelah menjadi 2 sama besar dan berakhir menjadi blastomere yang terdiri dari 32 sel, contoh: bintang laut, katak (anura). Tahap pembelahan: pertama, pembelahan lewat bidang meridian, kemudian dilnjut bidang meridian juga tapi tegak lurus pada bidang pembelahan pertama, terbentuk 4 sel sama besar. Ketiga, lewat bidang latitudal dan terbentuklah 8 sel, 4 sel bagian atas mikromer dan 4 sel bagian bawah makromer. Keempat, lewat bidang meridian dan terbentuk 16 sel. Kelima, lewat bidang latitudal (atas dan bawah), serentak dan terbentuk 32 sel. Keenam, lewat bidang meridian sehingga terbentuk 64 sel. Pembelahan tujuh dan delapan sukarr diikuti. Diakhir pembelahan kedelapan gumpalan sel membesar dan terdiri dari 70 sel, berbentuk seperti buah pir, disebut morula yang bagian dalamnya tak berongga.
b. Holoblastik unequal (tidak sempurna) yang terjadi secara cepat pada kutub animal dan secara lambat pada kutub vegetal (membentuk makromer dan mikromer), contoh: mamalia (kelinci, babi, kera, manusia). Tahap pembelahan: pertama, lewat bidang latitudinal yang membagi sel menjadi 2 bagian (atas/kutub animal lebih kecil). Kedua, lewat bidang meridian namun hanya terjadi pada mikromer (kutub vegetal), terbentuklah tingkat 3 sel. Kemudian dilanjut terbentuk tingkat 4 sel, lalu tingkat 5 sel sampai tingkat 8 sel. Pembelahan berikutnya sukar diikuti dan tidak serentak. Akhirnya terbentuk blastomer yang terdiri dari 60-70 sel, berupa gumpalan tak berongga(masif) yang disebut morula.
Adapun pola pembelahan Holoblastis yaitu radial holoblastis, spiral holoblastis, bilateral holoblastis, rotasional holoblastis.
– pembelahan Meroblastik (tidak merata), yaitu: pembelahan hanya pada sebagian zigot. Terdapat pada telur tipe megalecital. Tipe pembelahan Meroblastis yaitu: meroblastis diskoidal (pembelahan terjadi diujung telur yang tidak terdapat deutoplasma, ex: pada jenis telolecital) dan superficial (telur membelah pada permukaan telur, ex: pada jenis centrolecital/kupu-kupu). Pembelahan meroblastik hanya terjadi pada inti dan sitoplasma bebas yolk . Contoh: ayam. Tahap pembelahan: pertama, lewat bidang meridian, terjadi 5 jam setelah pembuahan. Kedua, lewat bidang meridian juga yang tegak lurus pada bidang pembelahan pertama. Ketiga, lewat bidang vertical, melintang bidang meridian pembelahan pertama. Keempat, lewat bidang vertical, melintang bidang pembelahan meridian kedua. Terbentuk 8 sel ditengah dan 12 sel di pinggir. Pada saat ini telur mencapai uterus, dan sudah dilapisi albumen dan shell.
– pembelahan Perantara holo-meroblastik, yaitu: pembelahan yang tak seluruhnya mencapai ujung daerah kutub vegetal.

Dengan terbentuknya berbagai macam pembelahan, telur dibagi atas beberapa tipe yaitu:
1. tipe oligolesital – isolesital  yolk (deutoplasma) sedikit, terdistribusi merata.
2. tipe homolesital/mesolesital jumlah yolk sedang.
3. tipe telolesital  yolk banyak.
4. tipe megalesital/centrolesital  yolk terkonsentrasi ditengah telur.

Pembelahan radial holoblastis pada Sea Urchin
 Pembelahan I, meridional / KA –KV.
 Pembelahan II, meridional, tegak lurus bidang pembelahan I.
 Pembelahan III, Equatorial, tegak lurus bidang pembelahan sebelumnya.
 Pembelahan IV, sel daerah animal membelah secara meridional, menghasilkan sel yang mempunyai ukuran yang sama besar (mesomer sedangkan sel daerah vegetal membelah sejajar equator menghasilkan 4 anak sel ukuran besar yang disebut makromer dan 4 kecil disebut mikromer.
 Akhir pembelahan VII. Embrio 128 sel, mulai terbentuk rongga yang disebut blastosul, disebabkan terjadi penumpukan cairan dan embrio berada pada stadiun blastula.
 Selama perioda cleavage embrio berada dalam selaput fertilisasi, yang berhubungan dengan selaput hyalin, yang terbentuk karena pecahnya granul-granul korteks.
 Pada pembelahan X, blastomer membentuk cilia, menembus membran hyalin sampai ke ruang perivitelin. Dengan cilia blastula melakukan rotasi dalam membran fertilisasi.
Sel blastula menghasilkan enzim, yang berfungsi mencerna selaput fertilisasi sehingga embrio menetas dan bebas berenang. Pembentukan mikromer ini sangat ditentukan oleh waktu setelah fertilisasi. Ini dibuktikan dengan beberapa percobaan yang telah dilakukan.

Daftar Pustaka
Tim Penyusun. 2008. Diktat Perkembangan Hewan 2. Padang: Universitas Andalas
Ville, A. Claude. 1984. Zoologi Umum Jilid 1. Jakarta: Erlangga
Yatim, wildan. 1990. Reproduksi dan Embriologi. Bandung: Tarsito

kalau begitu, selamat membaca saja :)
semoga membantu.

Presentasi CLEAVAGE