#eaa part 2

Ada beberapa hal yang belakangan ini mulai sedikit mengusik pikiran saya.. setelah dicerna ternyata ada baiknya juga kalau dituliskan.. :)

1. Sebagian besar dari kita mungkin sering mendapatkan ‘doktrin’ bahwa dalam proses belajar, segala sesuatunya tidak diharuskan untuk dihapal tapi dipahami. betul kan? Sayapun ketika memasuki dunia Perguruan Tinggi merasakan ‘doktrin’ tersebut, terlebih karena saya berkuliah pada jurusan yang menurut sebagian besar orang ‘banyak hapalannya’. tidak heran kalau dosen-dosen sering menekankan kata-kata anda tidak harus menghapalnya tapi harus memahaminya. nah, apakah pemahaman seperti ini benar 100%? ayo, saya rasa tidak..
tidak selamanya menghapal itu buruk. setelah kita merasa paham pada suatu materi kemudian apakah kita merasa tidak perlu untuk menghapalnya? menurut hemat saya, suatu pemahaman yg keliru kalau kita menganggap menghapal tidak lebih penting dari memahami. bahkan, kita banyak menemukan missing ilmu karena hal-hal yg seharusnya bisa kita jabarkan lebih baik menjadi tidak lengkap sebab kita melupakan bagian-bagian tertentu. jd, oyo kita pahami dulu kemudian hapalkan.. atau hapalkan dulu dan jangan lupa untuk memahaminya. menghapal dan memahami adalah dua hal yang seharusnya berjalan beriringan..

2. Berbakti kepada orangtua, tidak hanya tentang balas budi.. atau hitung-hitungan tentang kita yang kelak juga akan menjadi orang tua, sehingga berharap diperlakukan dengan baik oleh anak-anak kita. tidak, tentu saja tidak.. persoalan berbakti kepada orangtua lebih dari sekedar kalkulasi sederhana seperti tadi. Posisi kita sebagai anaklah yg membuat berbakti adalah suatu keniscahyaan, ini tentang ‘terimakasih’ yang sudah seharusnya kita berikan, terlepas dari seperti apa dan bagaimana nya kita, ucapan terimakasih lahir dari penghargaan atas jerih payah, bukan karena balas budi atau berharap perlakuan yang sama dimasa mendatang.. insyaallah.

3. Tidak terasa sudah memasuki semester VI saja.. bismillah. semoga dari awal sampai setelahnya nanti tidak meninggalkan catatan hitam karena mengulangi kesalahan yang sama disemester lalu. semangat grak!
meninggalkan semester V (harus) dengan keoptimisan. aha, smg Allah mudahkan dan berkahi!

Padang, dipenghujung Desember 2011
~~~~>>>

#eaa

malam-malam begini saya jadi teringat beberapa hal, hal-hal tersebut membuat saya kadang bilang ke diri sendiri ‘ah, dasar kamu mel, benar-benar tidak habis pikir, sungguh-sungguh-sungguuuhhh lewat batas kekonyolan’. na lo, ini maksudnya apa ya? (lewat batas kekonyolan berarti hal tersebut benar-benar membuat saya tanpa ekspresi dlm menjalankannya, dibilang cuek enggak, dibilang enggak eh cuek sekali). hal-hal itu seperti:

1. Pernahkah anda memutuskan tetap naik angkot, padahal anda tau tidak punya cukup uang untuk membayar sewanya?
saya harus berangkat saat itu juga, walaupun sadar tidak punya uang, selama perjalanan saya memikirkan peluang-peluang untuk bisa membayar sewa angkot ketika saya sudah sampai ditujuan. ah, benar-benar nekad. tapi, saya menemukan solusinya dg mulus alhamdulillah :D

2. Pernahkah ketika anda memutuskan untuk tidak ikut ujian tengah semester, ketika melapor untuk ujian susulan, alasan yg diberikan saya pulang kampung! (saya pulang kampung, bukan sakit) pernyataan inipun keluar dengan tampang polos tak berdosa, anehnya saya yakin akan diberi kesempatan ujian susulan (pada saat itu) walaupun harus di’nasehati’ dulu. alasannya klasik saja, besok dikampung saya Idul Adha bu.

3. (pertanyaan berikut ini hanya untuk mereka yg kenal denah fakultas mipa unand) Pernahkah ketika jam menunjukkan pukul 19.00 anda memutuskan berjalan dari gedung C menuju mushala seorang diri? pada saat itu tdk ada seorangpun dimushala, ambil wudhu’ dan sholat magrib.. lalu melanjutkan perjalanan menuju laboratorium dasar seorang diri? dengan berjalan kaki… *setelah diingat-ingat, fiuh~
karena di jam sholat semua orang masih rapat, beruntung saat itu, sebelum saya menelusuri labor dasar, seorang teman tidak sengaja melihat lalu meneriaki saya, dan mengajak untuk pulang bersama :D

setelah difikir-fikir;
nekad itu muncul karena sebelumnya otak kita sudah mengkalkulasikan keputusan-keputusan yg akan ditempuh, selanjutnya adalah urusan kita, apakah mau berkomitmen dg apa yg telah kita putuskan td atau tidak?
ketika kita memilih ‘berkomitmen’ maka insyaallah akan berjalan lancar.. walaupun dg sedikit ujian. namun, ketika ditengah jalan kita putuskan ‘tidak’ maka setelah itu kita akan berada pada daerah abu-abu, daerah yg membuat kita GAMANG dengan apa yg harus ditempuh.
oleh sebab itu, pilih salah satu dan bawa pulang resikonya!
sebab setiap alternatif pilihan, semua punya resiko. jadi ingat game Super Mario, ketika kita memilih diam (membiarkan waktu terus berjalan), waktu permainan tetap melaju, sementara nyawa masih ada sebelum waktu habis.. lalu, GAME OVER.
karena hidup kita ini, dari jam ke jam nya adalah pilihan. maka dari pada itu, beranilah memilih dan berkomitmenlah ;)

“Tinggalkan yang meragukanmu menuju hal yang tidak meragukanmu.”
(HR. Tirmidzi dan Nasa’i)

wallahua’lam..
sebuah nasehat u diri juga
sudah larut malam
Wisma Syakuro, detik-detik UAS

Seunik Sidik Jari

..bismillah

untuk tulisan kali ini, saya ingin sedikit berbagi tentang subjek ‘dermatoglifi’ yang beberapa minggu lalu saya pelajari di Laboratorium Genetika dan Sitologi Universitas Andalas. sebenarnya pengenalan tentang dermatoglifi ini telah saya dapatkan pada Praktikum Biologi Umum ketika semester 1 dulu, pada saat itu dikenalkan kepada kami 3 pola sidik jari yaitu Whorl, Arch, dan Loop. Namun tidak disertakan dengan identifikasi pola sidik jari masing-masing (jumlah sulur dan triradius). Nah, disemester 5 ini, kalau menyimak Praktikum yang diberikan dengan baik, tentunya sudah bisa membedakan pola-pola Plain Whorl, Composite Whorl, Arch, Tented Arch, Double Loop, Loop Urnal, Loop Radial, dll.

Pada buku ‘Menyingkap Rahasia Sidik Jari’ yang ditulis oleh Fikri Abdillah S.Psi di lampirkan banyak sekali pola-pola sidik jari, diantaranya pola yang saya sebutkan diatas ditambah dengan pola-pola turunan.
well, sebelum kita berbicara lebih lanjut, sebenarnya apa sih dermatoglifi itu? saya kutipkan pengertiannya dari buku mas Fikri Abdillah.. Dermatoglifi (dermatoglyphics) adalah ilmu yang mempelajari kulit telapak tangan, asal katanya derma (kulit) dan glyphs (garis-garis yang terukir). apabila kita sekarang ini berbicara tentang dermatogliphs, maka sebagian besar berhubungan dengan dengan sidik jari, meskipun banyak garis-garis lainnya ditelapak tangan.

lalu apa hebatnya sidik jari?
sidik jari unik sebab tak satupun manusia yang sidik jarinya mirip dengan manusia lainnya. Para peneliti menemukan bahwa sidik jari memiliki hubungan yang bersifat ilmiah dengan kode genetik dari sel otak dan potensi inteligensia seseorang.. *na lho pada lihat sidik jari masing-masing nih :P

ayo, jangan sekedar ngeliat-liat aja. tp, coba saja menakar-nakar kemampuan/bakat bawaan kita sejak lahir.. tentu tidak sekedar menakar, tp ada ilmunya. nah, ini berbeda loh dengan meramal :)
saya sudah coba :D . menurut hasil yang saya dapatkan, akurasinya bisa dikatakan 91%.. woow, mantab tuh. pengen coba? *saya beli bukunya 30ribu di bazar FSI two week*

berhubung data sudah diperoleh saat praktikum, jd tinggal dianalisa berdasarkan apa kata buku.. berikut hasil sidik jari saya beserta analisanya.. *no narcisus, ini data apa adanya*

mulai dari jari tangan kanan:
ibu jari. pola plain whorl. menurut analisa secara garis besar yg tercantum pada buku (tentunya analisa yg lebih akurat dengan menggunakan alat scan sidik jari). pola ini pada ibu jari mempunyai bakat kepemimpinan alami, kemampuan kuat untuk memerintah orang lain, memiliki kecenderungan yang kuat untuk otoriter atau diktator.

jari telunjuk. pola tented arch. pola langka yang dimiliki sekitar 5% dari total populasi manusia. pola tented arch pada jari telunjuk mempunyai pandangan tradisional mengenai ambisi, karier, dan kepemimpinan, yakin bahwa harus bekerja keras untuk mendapatkan uang, menyimpan uang, dan menginvestasikannya untuk masa depan. memiliki rasa kekaguman yang rendah terhadap diri sendiri (memiliki kecenderungan keinginan untuk bunuh diri, gangguan mental, dan wujud-wujud lain dari bentuk penganiayaan terhadap diri sendiri).

jari tengah. pola tented arch. manusia dengan pola ini mempunyai pemikiran yang tradisional. ia meyakini bahwa pendidikan adalah satu-satunya cara untuk memperoleh kesuksesan. hm, berhubung saya punya 2 pola tented arch yaitu pada jari telunjuk dan tengah, ini menunjukkan akal yang sangat dalam, namun terkadang orang dengan tipe ini memiliki waktu yang lama untuk menyerap pengertian mengenai konsep-konsep. hal ini karena ia lebih mementingkan pemahaman yang lengkap daripada sekedar suatu pemahaman dangkal dari suatu pengetahuan.

jari manis. pola loop urnal. tipe ini menciptakan emosinya sendiri serta respon-respon emosionalnya. orang lain tidak pernah benar-benar memahaminya, karena tidak bisa memahami emosi atau respon-responnya yang pernah dialami orang lain. akhirnya ia tidak pernah merasa sesuai dengan masyarakat disekitarnya.

jari kelingking. pola loop urnal. tipe ini pada jari kelingking menunjukkan (meskipun jarang ditemui), seseorang yang menciptakan pandangan-pandangan religius dan kerohanian mereka sendiri. ini tidak akan bercampur dengan filsafat-filsafat lain yang bersifat umum, tetapi akan menjadi sebuah agama yg didasarkan pada konsep yang benar-benar baru. *iseng2 ngecek jari kelingking akhawat yang ditemui, saya dapatkan 100% polanya loop semua, wow*

nah, selesai jari kanan.. lanjut tangan kiri.. untuk pembahasannya nanti diakhirkan saja.

ibu jari. pola composite whorl. penjelasan sda.

jari telunjuk. loop urnal. tipe ini menunjukkan seseorang yang mengekspresikan egonya dengan cara yang unik, bekerja mandiri adalah satu-satunya jalan untuk pemenuhan kebutuhn pribadinya.

untuk jari tengah, jari manis, dan jari kelingking polanya sama dengan tangan kanan saya.. *biasanya memang jari tangan kanan dan jari tangan kiri kita punya pola yang sama/dominan sama*

nah, pembahasannya..
tes sidik jari punya kelemahan dan kelebihan. tes ini mengukur potensi/bakat bawaan manusia secara genetik, tapi tdk mampu mengetahui bakat yang muncul kemudian karena faktor lingkungan.. jadi hasil tes sidik jari 1 tahun yang lalu akan sama dengan hasil tes 50 tahun mendatang. tidak berubah. selain itu, waktu tes sidik jari ini singkat, tidak perlu waktu berjam-jam untuk menyelesaikannya.. berbeda dengan psikotes yang membutuhkan kondisi mental dan tubuh yang vit karena akan signifikan mempengaruhi hasil tes.

saya pernah membaca di internet (asisten praktikum juga pernah bilang) bahwa seseorang dengan pola whorl diseluruh jarinya menandakan seseorang yang genius. Ketika pola arch ditemukan pada seluruh jari, maka cenderung ke arah idiot/bodoh (but saya belum pernah baca langsung sumbernya), tapi pernah dilakukan penelitian terhadap sudut ATD (pada telapak tangan) yang ketika besarnya kurang dari 60 derajat maka akan berpotensi idiot.
sejauh ini, dari beberapa orang yang saya ‘periksa’ sidik jarinya, saya menemukan 1 orang dengan 1 jari yang tidak berpola whorl dan 1 orang dengan 2 jari yang tidak berpola whorl (selebihnya whorl), saya berfikir orang tersebut memang punya bakat genius (diatas rata-rata kebanyakan orang) tp kembali ke faktor lingkungan tadi.. setelah kita punya bakat tapi lingkungan tidak pernah mendukung bakat tersebut atw kita tidak pernah tahu sehingga tdk ada usaha untuk mengembangkan bakat td, mungkinkah bakat tsb akan muncul maksimal?

setelah mengidentifikasi pola sidik jari, setidaknya ada gambaran bakat alamai yang kita punya berdasarkan hasil tes td, maka akan lebih mudah bagi kita untuk men-singkronkan bakat dengan bidang yang akan kita tempuh, agar sejalur dan hasilnya akan lebih memuaskan (kalau puas, tentu tingkat kebahagiaan juga meningkat).

~walaupun di Padang sdg IN tes-tes sidik jari, saya bukanlah salah satu pengelolanya :P , hanya tertarik saja menuliskan tentang sidik jari.. semoga bermanfaat..

gambar pola sidik jari:

“Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun kembali jari jemarinya dengan sempurna” (Al-Qiyamah: 4)

referensi:
Abdillah, F. 2010. Menyingkap Rahasia Sidik Jari. Surakarta: Ziyad

Ayo berhijrah karena Allah!

Lomba Artikel Islami Forstudi 2011
Tema: Memaknai hijrah sebagai suatu keharusan

Ayo berhijrah karena Allah

Dahulu, ketika Nabi kita Muhammad SAW memutuskan berhijrah dari kota kelahirannya (mekkah), kita tahu kemudian hal itu menjadi moment penting dalam sejarah peradaban islam. Kalaulah perintah hijrah tidak turun dan Nabi tidak jadi berhijrah, mungkin perkembangan da’wah islam stagnan, kemudian islam saat ini adalah sesuatu yang asing bagi kita. Alhamdulillah, saya terlahir sebagai islam.

Bersyukur kepada Allah bagi siapapun yang pada akhirnya menemukan islam sebagai agama yang bersahaja..
Hijrah menjadi keputusan yang sangat tepat saat itu, diantara yang ikut berhijrah mengorbankan banyak hal; meninggalkan keluarga dekat, sahabat, kebun-kebun, mengancam keselamatan jiwa, harta kekayaan, kedudukan, dll. Mereka yang memilih untuk ikut berhijrah tentu paham dengan konsekuensi yang mereka terima, tapi hitung-hitungan untung rugi seperti ini tentu tidak akan mengalahkan prinsip sami’na wa atho’na pada jiwa yang telah terlanjur menjual dirinya untuk Allah SWT dan RasulNya. Subhanallah.

Pada saat itu mereka memaknai hijrah sebagai suatu keharusan. Adapun kita saat ini seperti apa dan bagaimana harus memaknai hijrah? Moment tahun baru hijriah bagi kita untuk sama-sama memposisikan diri sebagai umat yang kenal dengan sejarah, bukankah dengan begitu kita akan menjadi umat yang menghargai jerih payah? Setelah mengenal sejarah kita akan mampu mengukur kemunduran atau kesuksesan yang diterima. Tahun baru kita maknai sebagai satuan waktu yang secara langsung menyentil kita, menanyai setiap amal-amal kita yang berlalu, menegaskan fungsi dan peran kita yang semakin banyak seiring bertambahnya bilangan tahun. Pemaknaan tahun baru dari sudut pandang seperti ini mematok keharusan untuk berhijrah, bukankah begitu? Hijrah dalam artian yang lebih ke-kita-an. Kalau Nabi dan pejuang islam terdahulu mengorbankan banyak hal dan berhasil mencapai suatu fase kegemilangan islam. Setidaknya kita mulai mengambil ibroh dan mencobakannya juga, mulai berkorban hingga pada suatu saat bisa menyumbangkan karya untuk umat. Insyaallah.

Memaknai hijrah, sehingga kita menjadi paham kalau hijrah seorang muslim dari kondisi yang buruk kepada kondisi yang lebih baik adalah suatu keharusan. Untuk memulainya niat punya bagian yang sangat penting dalam membentuk perwujudan keinginan kita, maka dari pada itu meluruskan niat berhijrah untuk mendekatkan hubungan kita dengan Allah adalah suatu keharusan. Semoga dengan awal yang baik kita mampu mendapatkan hasil terbaik.. So, bagaimanapun engkau mengukir kisah hijrahmu, semoga hanya Allah saja yang menjadi muara dari setiap niatan. Kristalkan semangat berhijrah dari kondisi yang tidak baik ke kondisi yang lebih baik pada jiwa kita.. dengan begitu sudah saatnya kita suarakan untuk tidak menunggu momentum untuk berhijrah.. nah betul kan? Ayooo berhijrah karena Allah :)

 

Wallahua’lam
Jazakumullah khairan katsira
Padang, 28 November 2011

Identitas Penulis
Nama : Melinda Purnamasari
BP : 0910422035
Jur : Biologi
HP : 08975104073
Email : a2z_lathifa@yahoo.com

*koneksi internet yg bermasalah disaat2 deadline terakhir. heu, pasti ado hikmah ko mah :D
Nikmati harimu!
~salam Kaizen~