..bismillah
untuk tulisan kali ini, saya ingin sedikit berbagi tentang subjek ‘dermatoglifi’ yang beberapa minggu lalu saya pelajari di Laboratorium Genetika dan Sitologi Universitas Andalas. sebenarnya pengenalan tentang dermatoglifi ini telah saya dapatkan pada Praktikum Biologi Umum ketika semester 1 dulu, pada saat itu dikenalkan kepada kami 3 pola sidik jari yaitu Whorl, Arch, dan Loop. Namun tidak disertakan dengan identifikasi pola sidik jari masing-masing (jumlah sulur dan triradius). Nah, disemester 5 ini, kalau menyimak Praktikum yang diberikan dengan baik, tentunya sudah bisa membedakan pola-pola Plain Whorl, Composite Whorl, Arch, Tented Arch, Double Loop, Loop Urnal, Loop Radial, dll.
Pada buku ‘Menyingkap Rahasia Sidik Jari’ yang ditulis oleh Fikri Abdillah S.Psi di lampirkan banyak sekali pola-pola sidik jari, diantaranya pola yang saya sebutkan diatas ditambah dengan pola-pola turunan.
well, sebelum kita berbicara lebih lanjut, sebenarnya apa sih dermatoglifi itu? saya kutipkan pengertiannya dari buku mas Fikri Abdillah.. Dermatoglifi (dermatoglyphics) adalah ilmu yang mempelajari kulit telapak tangan, asal katanya derma (kulit) dan glyphs (garis-garis yang terukir). apabila kita sekarang ini berbicara tentang dermatogliphs, maka sebagian besar berhubungan dengan dengan sidik jari, meskipun banyak garis-garis lainnya ditelapak tangan.
lalu apa hebatnya sidik jari?
sidik jari unik sebab tak satupun manusia yang sidik jarinya mirip dengan manusia lainnya. Para peneliti menemukan bahwa sidik jari memiliki hubungan yang bersifat ilmiah dengan kode genetik dari sel otak dan potensi inteligensia seseorang.. *na lho pada lihat sidik jari masing-masing nih
ayo, jangan sekedar ngeliat-liat aja. tp, coba saja menakar-nakar kemampuan/bakat bawaan kita sejak lahir.. tentu tidak sekedar menakar, tp ada ilmunya. nah, ini berbeda loh dengan meramal 
saya sudah coba
. menurut hasil yang saya dapatkan, akurasinya bisa dikatakan 91%.. woow, mantab tuh. pengen coba? *saya beli bukunya 30ribu di bazar FSI two week*
berhubung data sudah diperoleh saat praktikum, jd tinggal dianalisa berdasarkan apa kata buku.. berikut hasil sidik jari saya beserta analisanya.. *no narcisus, ini data apa adanya*
mulai dari jari tangan kanan:
ibu jari. pola plain whorl. menurut analisa secara garis besar yg tercantum pada buku (tentunya analisa yg lebih akurat dengan menggunakan alat scan sidik jari). pola ini pada ibu jari mempunyai bakat kepemimpinan alami, kemampuan kuat untuk memerintah orang lain, memiliki kecenderungan yang kuat untuk otoriter atau diktator.
jari telunjuk. pola tented arch. pola langka yang dimiliki sekitar 5% dari total populasi manusia. pola tented arch pada jari telunjuk mempunyai pandangan tradisional mengenai ambisi, karier, dan kepemimpinan, yakin bahwa harus bekerja keras untuk mendapatkan uang, menyimpan uang, dan menginvestasikannya untuk masa depan. memiliki rasa kekaguman yang rendah terhadap diri sendiri (memiliki kecenderungan keinginan untuk bunuh diri, gangguan mental, dan wujud-wujud lain dari bentuk penganiayaan terhadap diri sendiri).
jari tengah. pola tented arch. manusia dengan pola ini mempunyai pemikiran yang tradisional. ia meyakini bahwa pendidikan adalah satu-satunya cara untuk memperoleh kesuksesan. hm, berhubung saya punya 2 pola tented arch yaitu pada jari telunjuk dan tengah, ini menunjukkan akal yang sangat dalam, namun terkadang orang dengan tipe ini memiliki waktu yang lama untuk menyerap pengertian mengenai konsep-konsep. hal ini karena ia lebih mementingkan pemahaman yang lengkap daripada sekedar suatu pemahaman dangkal dari suatu pengetahuan.
jari manis. pola loop urnal. tipe ini menciptakan emosinya sendiri serta respon-respon emosionalnya. orang lain tidak pernah benar-benar memahaminya, karena tidak bisa memahami emosi atau respon-responnya yang pernah dialami orang lain. akhirnya ia tidak pernah merasa sesuai dengan masyarakat disekitarnya.
jari kelingking. pola loop urnal. tipe ini pada jari kelingking menunjukkan (meskipun jarang ditemui), seseorang yang menciptakan pandangan-pandangan religius dan kerohanian mereka sendiri. ini tidak akan bercampur dengan filsafat-filsafat lain yang bersifat umum, tetapi akan menjadi sebuah agama yg didasarkan pada konsep yang benar-benar baru. *iseng2 ngecek jari kelingking akhawat yang ditemui, saya dapatkan 100% polanya loop semua, wow*
nah, selesai jari kanan.. lanjut tangan kiri.. untuk pembahasannya nanti diakhirkan saja.
ibu jari. pola composite whorl. penjelasan sda.
jari telunjuk. loop urnal. tipe ini menunjukkan seseorang yang mengekspresikan egonya dengan cara yang unik, bekerja mandiri adalah satu-satunya jalan untuk pemenuhan kebutuhn pribadinya.
untuk jari tengah, jari manis, dan jari kelingking polanya sama dengan tangan kanan saya.. *biasanya memang jari tangan kanan dan jari tangan kiri kita punya pola yang sama/dominan sama*
nah, pembahasannya..
tes sidik jari punya kelemahan dan kelebihan. tes ini mengukur potensi/bakat bawaan manusia secara genetik, tapi tdk mampu mengetahui bakat yang muncul kemudian karena faktor lingkungan.. jadi hasil tes sidik jari 1 tahun yang lalu akan sama dengan hasil tes 50 tahun mendatang. tidak berubah. selain itu, waktu tes sidik jari ini singkat, tidak perlu waktu berjam-jam untuk menyelesaikannya.. berbeda dengan psikotes yang membutuhkan kondisi mental dan tubuh yang vit karena akan signifikan mempengaruhi hasil tes.
saya pernah membaca di internet (asisten praktikum juga pernah bilang) bahwa seseorang dengan pola whorl diseluruh jarinya menandakan seseorang yang genius. Ketika pola arch ditemukan pada seluruh jari, maka cenderung ke arah idiot/bodoh (but saya belum pernah baca langsung sumbernya), tapi pernah dilakukan penelitian terhadap sudut ATD (pada telapak tangan) yang ketika besarnya kurang dari 60 derajat maka akan berpotensi idiot.
sejauh ini, dari beberapa orang yang saya ‘periksa’ sidik jarinya, saya menemukan 1 orang dengan 1 jari yang tidak berpola whorl dan 1 orang dengan 2 jari yang tidak berpola whorl (selebihnya whorl), saya berfikir orang tersebut memang punya bakat genius (diatas rata-rata kebanyakan orang) tp kembali ke faktor lingkungan tadi.. setelah kita punya bakat tapi lingkungan tidak pernah mendukung bakat tersebut atw kita tidak pernah tahu sehingga tdk ada usaha untuk mengembangkan bakat td, mungkinkah bakat tsb akan muncul maksimal?
setelah mengidentifikasi pola sidik jari, setidaknya ada gambaran bakat alamai yang kita punya berdasarkan hasil tes td, maka akan lebih mudah bagi kita untuk men-singkronkan bakat dengan bidang yang akan kita tempuh, agar sejalur dan hasilnya akan lebih memuaskan (kalau puas, tentu tingkat kebahagiaan juga meningkat).
~walaupun di Padang sdg IN tes-tes sidik jari, saya bukanlah salah satu pengelolanya
, hanya tertarik saja menuliskan tentang sidik jari.. semoga bermanfaat..
gambar pola sidik jari:




“Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun kembali jari jemarinya dengan sempurna” (Al-Qiyamah: 4)
referensi:
Abdillah, F. 2010. Menyingkap Rahasia Sidik Jari. Surakarta: Ziyad