Lomba Artikel Islami Forstudi 2011
Tema: Memaknai hijrah sebagai suatu keharusan
Ayo berhijrah karena Allah
Dahulu, ketika Nabi kita Muhammad SAW memutuskan berhijrah dari kota kelahirannya (mekkah), kita tahu kemudian hal itu menjadi moment penting dalam sejarah peradaban islam. Kalaulah perintah hijrah tidak turun dan Nabi tidak jadi berhijrah, mungkin perkembangan da’wah islam stagnan, kemudian islam saat ini adalah sesuatu yang asing bagi kita. Alhamdulillah, saya terlahir sebagai islam.
Bersyukur kepada Allah bagi siapapun yang pada akhirnya menemukan islam sebagai agama yang bersahaja..
Hijrah menjadi keputusan yang sangat tepat saat itu, diantara yang ikut berhijrah mengorbankan banyak hal; meninggalkan keluarga dekat, sahabat, kebun-kebun, mengancam keselamatan jiwa, harta kekayaan, kedudukan, dll. Mereka yang memilih untuk ikut berhijrah tentu paham dengan konsekuensi yang mereka terima, tapi hitung-hitungan untung rugi seperti ini tentu tidak akan mengalahkan prinsip sami’na wa atho’na pada jiwa yang telah terlanjur menjual dirinya untuk Allah SWT dan RasulNya. Subhanallah.
Pada saat itu mereka memaknai hijrah sebagai suatu keharusan. Adapun kita saat ini seperti apa dan bagaimana harus memaknai hijrah? Moment tahun baru hijriah bagi kita untuk sama-sama memposisikan diri sebagai umat yang kenal dengan sejarah, bukankah dengan begitu kita akan menjadi umat yang menghargai jerih payah? Setelah mengenal sejarah kita akan mampu mengukur kemunduran atau kesuksesan yang diterima. Tahun baru kita maknai sebagai satuan waktu yang secara langsung menyentil kita, menanyai setiap amal-amal kita yang berlalu, menegaskan fungsi dan peran kita yang semakin banyak seiring bertambahnya bilangan tahun. Pemaknaan tahun baru dari sudut pandang seperti ini mematok keharusan untuk berhijrah, bukankah begitu? Hijrah dalam artian yang lebih ke-kita-an. Kalau Nabi dan pejuang islam terdahulu mengorbankan banyak hal dan berhasil mencapai suatu fase kegemilangan islam. Setidaknya kita mulai mengambil ibroh dan mencobakannya juga, mulai berkorban hingga pada suatu saat bisa menyumbangkan karya untuk umat. Insyaallah.
Memaknai hijrah, sehingga kita menjadi paham kalau hijrah seorang muslim dari kondisi yang buruk kepada kondisi yang lebih baik adalah suatu keharusan. Untuk memulainya niat punya bagian yang sangat penting dalam membentuk perwujudan keinginan kita, maka dari pada itu meluruskan niat berhijrah untuk mendekatkan hubungan kita dengan Allah adalah suatu keharusan. Semoga dengan awal yang baik kita mampu mendapatkan hasil terbaik.. So, bagaimanapun engkau mengukir kisah hijrahmu, semoga hanya Allah saja yang menjadi muara dari setiap niatan. Kristalkan semangat berhijrah dari kondisi yang tidak baik ke kondisi yang lebih baik pada jiwa kita.. dengan begitu sudah saatnya kita suarakan untuk tidak menunggu momentum untuk berhijrah.. nah betul kan? Ayooo berhijrah karena Allah
Wallahua’lam
Jazakumullah khairan katsira
Padang, 28 November 2011
Identitas Penulis
Nama : Melinda Purnamasari
BP : 0910422035
Jur : Biologi
HP : 08975104073
Email : a2z_lathifa@yahoo.com
*koneksi internet yg bermasalah disaat2 deadline terakhir. heu, pasti ado hikmah ko mah ![]()
Nikmati harimu!
~salam Kaizen~






