#eaa

malam-malam begini saya jadi teringat beberapa hal, hal-hal tersebut membuat saya kadang bilang ke diri sendiri ‘ah, dasar kamu mel, benar-benar tidak habis pikir, sungguh-sungguh-sungguuuhhh lewat batas kekonyolan’. na lo, ini maksudnya apa ya? (lewat batas kekonyolan berarti hal tersebut benar-benar membuat saya tanpa ekspresi dlm menjalankannya, dibilang cuek enggak, dibilang enggak eh cuek sekali). hal-hal itu seperti:

1. Pernahkah anda memutuskan tetap naik angkot, padahal anda tau tidak punya cukup uang untuk membayar sewanya?
saya harus berangkat saat itu juga, walaupun sadar tidak punya uang, selama perjalanan saya memikirkan peluang-peluang untuk bisa membayar sewa angkot ketika saya sudah sampai ditujuan. ah, benar-benar nekad. tapi, saya menemukan solusinya dg mulus alhamdulillah :D

2. Pernahkah ketika anda memutuskan untuk tidak ikut ujian tengah semester, ketika melapor untuk ujian susulan, alasan yg diberikan saya pulang kampung! (saya pulang kampung, bukan sakit) pernyataan inipun keluar dengan tampang polos tak berdosa, anehnya saya yakin akan diberi kesempatan ujian susulan (pada saat itu) walaupun harus di’nasehati’ dulu. alasannya klasik saja, besok dikampung saya Idul Adha bu.

3. (pertanyaan berikut ini hanya untuk mereka yg kenal denah fakultas mipa unand) Pernahkah ketika jam menunjukkan pukul 19.00 anda memutuskan berjalan dari gedung C menuju mushala seorang diri? pada saat itu tdk ada seorangpun dimushala, ambil wudhu’ dan sholat magrib.. lalu melanjutkan perjalanan menuju laboratorium dasar seorang diri? dengan berjalan kaki… *setelah diingat-ingat, fiuh~
karena di jam sholat semua orang masih rapat, beruntung saat itu, sebelum saya menelusuri labor dasar, seorang teman tidak sengaja melihat lalu meneriaki saya, dan mengajak untuk pulang bersama :D

setelah difikir-fikir;
nekad itu muncul karena sebelumnya otak kita sudah mengkalkulasikan keputusan-keputusan yg akan ditempuh, selanjutnya adalah urusan kita, apakah mau berkomitmen dg apa yg telah kita putuskan td atau tidak?
ketika kita memilih ‘berkomitmen’ maka insyaallah akan berjalan lancar.. walaupun dg sedikit ujian. namun, ketika ditengah jalan kita putuskan ‘tidak’ maka setelah itu kita akan berada pada daerah abu-abu, daerah yg membuat kita GAMANG dengan apa yg harus ditempuh.
oleh sebab itu, pilih salah satu dan bawa pulang resikonya!
sebab setiap alternatif pilihan, semua punya resiko. jadi ingat game Super Mario, ketika kita memilih diam (membiarkan waktu terus berjalan), waktu permainan tetap melaju, sementara nyawa masih ada sebelum waktu habis.. lalu, GAME OVER.
karena hidup kita ini, dari jam ke jam nya adalah pilihan. maka dari pada itu, beranilah memilih dan berkomitmenlah ;)

“Tinggalkan yang meragukanmu menuju hal yang tidak meragukanmu.”
(HR. Tirmidzi dan Nasa’i)

wallahua’lam..
sebuah nasehat u diri juga
sudah larut malam
Wisma Syakuro, detik-detik UAS