Cerita tentang Printer

Bismillah..
Senin lalu (13/02), dikarenakan urusan keluarga saya diminta untuk pulang kampung. Singkat cerita, sesampainya dirumah, mata saya tertuju pada seperangkat komputer beserta printer yang ‘nelangsa’ disudut ruangan. Apa boleh buat, perangkat elektronik yang kerap menemani saya ketika masih di kampung dulu, menjadi terlantar begitu saja, tidak ada yg merawat apalagi setelah ‘penyakit’ yang dideritanya.. mouse nya tidak bisa digerakkan dan printernya tidak bisa digunakan. Berhubung selama pulang kampung tidak sempat mengulik-nguliknya, kesempatan pulang kampung yang tidak terjadwal beberapa hari yang lalu membuat saya membulatkan tekad untuk mendekati dan menanyakan kabarnya *emang manusia ya :P . upaya pertama yang dilakukan yaitu mendiagnosis kelainana apa yang diderita si kompi, mousenya tidak bisa digerakkan karena apa? Printernya tidak bisa jalan karena apa?

Setelah bertanya dengan konsultan yang baik hati, jawaban yang diberikan ‘mungkin mousenya rusak’, oke kesimpulan sementara mousenya rusak. Anehnya pada malam itu saya sama sekali tak berfikir kalau printer tersebut macet :D lebih tepatnya saya lupa kalau printer tersebut macet.. *hadooh, parah iki yo. Akhirnya, pada malam itu saya memutuskan untuk membersihkan body printernya yang sudah lama memikul debu-debu dipundak.. dan memutuskan untuk membawa printer tersebut ke Padang, mengingat manfaatnya yang lebih besar ketimbang dibiarkan dirumah. Berhubung master CD untuk printer HP Deskjet berseri D1360 ini tak tahu entah kemana rimbanya, sementara untuk mengcopy master dari kompi, komputerpun mousenya tak mau digerakkan.. akhirnya terpikirkan untuk mendownload saja masternya nanti setelah sampai di Padang.

Sesampai di Padang.. yep.. yep.. download master dan printerpun bisa digunakan.. *berharap dengan mata berbinar-binar*. Ternyata download master itu lamanya minta ampuuun ya, apalagi dengan kualitas internet yang sedang-sedang saja.. malam-malam bermodal paket unlimited telkomsel, saya download juga masternya, tentunya dengan bertanya-tanya dulu. Akhirnya, pada hari kedua usaha mendownloadpun selesai dan mulailah saya menghubung-hubungkan printer dengan laptop.. tes-tes.. ee.. lampunya kedip-kedip hijau.. dimatikan emoh.. *mulai mikir ini printer kenapa? Dan mulai pulalah saya bertanya kemana-mana, melayangkan sms ke beberapa orang yang dianggap mahir soal ini. Ajaibnya, saya baru ingat kalau printer ini memang tidak digunakan setelah 3tahun lamanya karena penyakitnya ini :D *duh, apes bawa printer rusak ke Padang.. hihi.

Ya sudahlah, satu-satunya usaha yaitu mengusahakan agar printer ini bisa digunakan.. saya mulai membaca petunjuk pada HP Solution Center, namun tidak memuaskan, saya sudah coba tips yang diberikan tapi sang printer masih saja ngambek.. kemudian diagnosis pun dilancarkan.. kemungkinan pertama, printer ini tak ada tinta (tapi tidak ada tinta kok printernya ndak jalan ya?), ah.. ga tau deh beli aja tinta mel, trus lu suntikin deh tu printer, mana tau setelah disuntik si printer jadi sehat ^^. jangan lupa, sebelum mengisi tinta, rendam bawah cartridge di air suam-suam kuku mengingat mungkin saja printermu macet karena tintanya kering kan. Nah, selesai deh saya keluarkan tinta yang sudah mengendap bertahun-tahun didalam printer.. setelah diisi dengan tinta baru sekitar 7-10 cc, hasilnya tetap sama, tidak bisa.. hoho.

Berhubung saya cuma punya persediaan untuk tinta hitam, akhirnya entah kenapa dan mengapa muncul saja insting untuk membuka cartridge tinta warnanya. Mana tau kan tu printer ga jalan karena cartridge kawannya ga dapet asupan nutrisi, yah kecemburuan sosial diantara cartridge dapat membuat printermu tidak jalan.. :P . benar-benar diagnosis yang tidak ilmiah.. tapi toh akhirnya.. akhirnya.. sang printerpun tidak ngambek lagi.. *horeee, padahal tips untuk membuka cartridge tidak ada dimuat pada HP Solution Center, hehe. Alhamdulillah.. printernya bisa dimanfaatkan kembali setelah bertahun-tahun terlantar begitu saja.. semoga hadirmu banyak membantu saja yah printer.. :)
walaupun hidup dengan satu ginjal.. eh maksud saya satu cartridge.. hehe

Padang, pagi jum’at yang berokah..

6 pemikiran pada “Cerita tentang Printer

  1. hahaha, lucu crtanya mel…
    masi mending imel bawa printer rusak ke padang dan akhirnya baik lageee….
    kaka malah lebih parah, bawa pinter rusak ke depok, untuk kemudian hanya menjadi barang rongsokan di bawah tempat tidur…
    padahal butuh usaha ekstra untuk membuatnya sampai di sini…hwwwwaaaa,,,ahiks,,,,ahikss…
    padahal udah beli catrige baru jugak….dan catrige nya juga terpaksa harus jadi pengangguran….
    #akhirnyatetapterpaksabeliprinterbaru

    • recycle aja kak… jual kiloan, selain memperlapang ruangan jg tambahan uang belanja. ini sudah masuk ke usaha konservasi tu kak… reduse, reuse, recycle.. hihi :D

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s