sketsa_hidup

10 April 2009

Pesonamu Membunuhku (lebay :p)

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — email90 @ 13:16

Mengisahkan bisa jadi tak sesulit Mengungkapkan

Sudah lama mushala di kompleks rumahku tidak aktif seperti biasanya. Karena garin (penjaga mesjid) yang biasanya bekerja disana, sudah pulang kampung. 2 hari yang lalu, mulai tampak aktifitas lagi, adzan yang biasanya tidak 5 kali sehari, sekarang sudah kembali lazim seperti biasanya. Usut punya usut, ternyata pengurus mesjid telah mendapatkan garin baru. Alhamdulillah, sekarang keadaan terasa lebih baik lagi. Adzan magrib berkumandang, ketika itu aku tengah terlarut dalam buku “setengah isi setengah kosong” dengan mengagumi setiap kisah, betapa banyaknya hal – hal baru yang didapatatkan setelah membacanya. Adzan telah usai, setelah sampai pada baris terakhir alinea terakhir salah satu bab, akupun bersegera memenuhi panggilan Tuhanku. Berwudhu dan bersegera menuju mesjid. Ah, sial ternyata sudah rakaat kedua, padahal aku rasa aku tidaklah begitu terlambat (baca : pembelaan). Tampak empat orang jama’ah perempuan yang hadir termasuk didalamnya seorang anak kecil yang tampak khusyuk sholat sendirian di pojok kiri mushola, kuputuskan menambah shaf di pojok kanan atas :P Setelah selesai sholat, salam kanan dan salam kiri……. Glek! Aku terpesona.. sampai untuk beberapa detik kemudian, aku tengah terpesona dengan apa yang aku lihat. Ada sebuah palu gedhe yang sekarang tengah menghancurkan tembok keangkuhan hatiku, merembeskan hawa kesejukan dalam setiap persendianku, mengingatkanku tentang kesalahan apa saja yang baru kuperbuat, sepersekian menit aku tengah bermuhasabah. mungkin ini yang disebut pesona seorang calon penghuni syorga. Tidakkah sebutan ini sesuatu yang berlebihan? Semoga tidak. Sesampai dirumah, seraknya suaraku dikalahkan oleh derasnya hujan yang turun kala itu..

Special untuk seorang ibu atau mungkin lebih pantas kusebut ia seorang nenek, karena aku mungkin saja seumuran dengan cucunya. Terimakasih atas nasehat yang tak pernah engkau katakan…

3 April 2009

Untukmu yang dilanda masalah..

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — email90 @ 22:27

Bismillah..

 

Apakah anda punya masalah? Coba baca selintas, rintihan hati seseorang yang dilanda masalah. Katanya, ini adalah masalah terberat yang pernah mampir dalam hidupnya. Oke, selamat membaca :)

 

Hari hari, entah kenapa.. akhir akhir ini segala sesuatu yang kulakukan tidak lagi maksimal, tidak lagi berdaya guna, tidak menghasilkan, dan tentu saja semangatku direnggut oleh butiran air mata dan fikiranku terpusat pada sesuatu yang akan berlalu dengan bergerak majunya sang waktu. Aku tahu satu penyebabnya, aku tidak enjoy menikmati aktifitas karena aku dirundung duka.. masalah besar sedang menghampiriku!

Sudah cukup, jangan datang lagi cobaan, aku tidak punya kekuatan yg cukup unruk menangkis seranganmu yang bertubi – tubi..

Kenapa bukan aku saja yang menjadi mereka? Atau menjadi apa yang aku inginkan, mengggapai apa yang aku cita – cita kan dan impikan. Sudah cukup, jangan andalkan aku, aku tidak ingin menjadi seseorang yang diandalkan, padahal kemampuanku tak cukup memikul harapan harapan kalian…

Sekarang, aku tidak tahu hidup seperti apa yang harus kuhadapi, tantangan apa lagi… :(  Baik aku akan hadapai, tapi aku mohon jangan hilangkan semangat hidup dari hari – hariku, jangan engkau renggut ruh ku.. biarkan kelemahan saat ini menjadi kekuatan suatu saat nanti.. aku mohon.. sekali lagi aku mohon. Biarkan aku bisa meloncat lebih tinggi, menggapai mimpi- mimpiku, aku masih muda. Banyak hal yang harus aku lakukan, banyak hal yang harus kuselesaikan, banyak amanah yang menanti. Aku mohon, biarkan aku berbuat banyak dalam keterbatasan yang aku punya, memaksimal potensi yang Allah swt anugerahkan padaku. Melaksanakan peran dan fungsiku ditengah tengah harapan dan kenyataan. Sekali lagi aku mohon, aku tidak mampu karena aku dilahirkan dalam atmosfer keterbatasan, ah benarkah ini sebuah keterbatasan? Benarkan apa yang aku hadapi adalah sesuatu yang sulit? Oh, tuhan inikah dosa yang musti aku tanggung? Seberapa berat lagi? Seberapa banyak lagi? Aku akan tanggung Tuhan, tapi aku mohon Engkau menyertaiku, dan aku berharap akupun menyertakanMu dalam setiap keterbatasanku.

Ya Rabby.. berikanlah kekuatan untuk saudara – saudaraku yang mengalami masalah yang lebih berat dariku..

Dan satu hal yang harus ku sadari, aku tidak boleh lemah, aku harus bangkit! Menata kembali mimpi – mimpiku! masa depan masih panjang karena masih banyak yang belum ku lakukan.. semoga Engkau anugerahkan pula senyum terindah untuk saudara – saudaraku yang mengalami masalah yang mungkin jauh lebih berat dan menguras fikirannya selama ini.. karena selalu ada jalan keluar dari setiap masalah.. Allah berikan masalah berserta jalan keluarnya.. jangan menyerah saudaraku! Dan akupun tidak akan pernah menyerah dengan keadaan.. :)

 

Bisa kita simak kan, penulis yang tadinya hampir putus asa namun akhirnya bersemangat lagi? Bahkan iapun berdo’a agar saudara – saudaranya yang tengah ditimpa musibah yang lebih besar dapat diberikan kesabaran dan keteguhan untuk menjalani hidup dengan lebih baik. Kita bisa lihat, disekitar kita, ataupun di TV setiap hari ada saja hal – hal yang menbuat hati kita sedih, apakah itu tindak criminal, sampai bencana alam yang tidak pernah lepas dari bumi pertiwi ini. Merenggut bayak korban jiwa, menyisakan kepiluan, dan kitapun harus berfikir. (baru) Seberat apa cobaan/ masalah yang sedang “mengganggu” konsentrasi kita? Ayo jangan mau menyerah..! yang kita hadapi belumlah seberapa..

Oh ya, satu tips kalau ada masalah tuliskan saja, tuliskan saja! Iya, tuliskan saja! Mungkin saja itu salah satu cara mengurangi beban fikiran dalam hatimu. Dan satu resep yang paling ampuh dan mujarab ketika dapat ujian adalahTetaplah bersama Allah, dan Allahpun akan selalu menyertaimu.. tetap semangat hadapi hari – harimu ya sobat! Apapun itu, berdo’alah agar Allah swt memberikan yang terbaik.. :)

 

Badai pasti berlalu… badai pasti berlalu.. :)

In memoriam :D

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — email90 @ 22:25

Bismillah..

Tepatnya tanggal 28 maret 2009 sesuatu hal yang tidak diharapkan kehadirannya ternyata datang disaat diri telah siap menerimanya, tidak ada firasat ataupun sejenisnya. Diri ini “maantak” seorang pegendara motor. Itu murni kesalahan saya, atau mungkin saja kesalahan si pengendara motor beberapa persen, hehhe :D . but, alhamdulillah hanya mendapati sedikit luka di bagian lutut sebelah kiri, lumayanlah memar sedikit “tando lakeh gadang” :D . sepatu sebelah kiri ‘terbang’ hilang kendali dan sesampai dirumah baru disadari kalau kaus kakinya juga ikut jadi korban. Tapi, yang disayangkan sang bapak yang saya tabrak hilang tak meninggalkan jejak, satu hal yang diri ini sesali tidak sempat meminta maaf kepada beliau. Kejadian ini terjadi di penurunan memasuki pasar tradisional, pasar ibuh sekitar jam 16.45, setelah pulang dari kuliah menuju pasar berniat membeli bahan masakan pesanan mama, saya dan sang bapak datang dari arah yang berlawanan, setelah menghidupkan lampu sen tanda akan berbelok ke kanan, kemudian datang dari arah yang berlawanan bapak yang juga ingin berbelok kearah yang sama, satu kebiasaan reflek pada diri saya, pada saat rem mendadak selalu memakai rem tangan, padahal kondisi jalan saat itu menurun, dan akhirnya mau tidak mau, senang tidak senang, setelah mengupayakan rem sekuat tenaga sayapun terjatuh kesisi kiri motor dan motorpun mengalah dan memutuskan untuk merebahkan badannya ke sisi kanan jalan. Dan, motorpun saya ajak berdiri kemudian melanjutkan perjalanan berburu satu bahan makanan yang kurang. Setelah mencari – cari, ternyata bahan makanan yang diinginkan tidak berhasil didapatkan.. :(

( sampai sekarang saya masih penasaran dengan bapak yang saya tabrak, atau mungkin beliau tidak sempat tertabrak ya? Hanya saya saja yang terjatuh.. -_- , namun seingat saya, saya terjatuh karena menabrak motornya -_- )

Meeting penting, ting, ting!

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — email90 @ 22:22

Bismillah..
Selalu ada semangat yang tersirat dari setiap pertemuan, dan karena itu mungkin saya selalu ingin menjadi bagian dari setiap pertemuan, sebab pertemuan hari ini untuk menghimpun tenaga sampai waktu yang tak terbatas, pembicaraan hari ini untuk menelurkan ide – ide yang tak bertepi, karena selalu ada renungan dari setiap pertemuan – pertemuan yang kita hadiri, renungan akan peran dan fungsi diri, renungan terhadap setiap amanah yang luput dan tertunda, ya.. karena pertemuan menghadirkan renungan kita bersama, menyatukan kekuatan ruh yang hampir saja habis, dan bahkan bisa juga sabagai ajang menghukum diri atas keterlenaannya selama ini. Itulah satu sisi dari pertemuan yang amat kurindukan. Manfaat yang secara tidak langsung terasakan. Semoga saja pertemuan yang kita hadiri tidak hanya ajang rutinitas belaka, yang ujung ujungnya menjemukan, bukan ajang berkata semata namun setelah itu hilang tenggelam, entah dibagian laut sebelah mana. Kelak pekerjaan “mambangkik batang tarandam” tidak akan kita lakukan berkali kali, karena kesalahan kita telah menenggelamkannya terlebih dahulu. Begitulah, selalu ada harapan dari setiap pertemuan. Sudahkah pertemuan – pertemuan yang kita lakukan memberi semangat baru, harapan baru, dan pemikiran baru untuk perubahan? :)

24 Februari 2009

sedikit tentang DS

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — email90 @ 22:08

Ada yang mengeluh masalah, namun setelah mengeluh tak ada yang mampu diselesaikan, ketika mengeluh hanya sekedar sarana mengeluarkan kekesalan dan kekecewaan, namun tidak bisa diperdayakan untuk mendapatakan sebuah solusi. Boleh, mengeluhlah, sekedarnya. Berbuatlah semestinya dan semaksimal mungkin. Ada saat-saat mengeluh dan ada saat saat berbuat. Jangan sampai energi yang ada justru habis untuk pertemuan dengan segudang keluhan namun miskin ide untuk mengatasi keluhan-keluhan itu. Kalau begitu lebih baik jangan mengeluh, jika hanya untuk mengeluh. Jangan beri ruang untuk mengeluh, kadang kitapun jadi bingung ketika keluhan demi keluhan disampaikan, justru itulah yang membunuh ide, ketika hanya keluhan yang didengar. Sekarang katakan NO untuk keluhan, karena itu setiap bertemu jangan pancing untuk menanyakan apa yang terjadi saat ini tapi apa yang akan dilakukan berikutnya. Jangan tanyakan apa yang telah dilakukan karena kalau belum terlaksana pasti ujung-ujungnya keluhan maka tanyakan apa yang perlu dibantu dan berikan langkah kongkrit apa yang harus diperbuat. Bukankah kita sudah bosan dengan keluhan? :) DS bukan Direct Selling lho.. :D , apalagi karena mo dekat pemilu saya milih membahas DS yang ini. Eits tunggu dulu, maksud saya DS yang satunya lagi, ada sesuatu yang lebih dekat dengan kita, yang membutuhkan perhatian khusus apa lagi kalau bukan Da’wah Sekolah :) . ada hal menarik yang ditemukan setelah membahas berbagai keluhan tentang da’wah sekolah beberapa waktu lalu dengan Ust Burhan ( PJ Da’wah Sekolah Sumbar) kenapa menarik? Karena ujung-ujungnya kok jadi lucu y, pikir saya. Tapi, mungkin keluhan yang berujung kelucuan ini akan saya coba simpulkan kali ini. Ada beberapa point di antaranya :

pertama, da’wah itu kerja kolektif namun harus ada yang bersedia menjadi leader sebagai pengendali dan pengarah da’wah itu. ketika ada persoalan bersyukurlah punya leader yang tangguh, yang bersedia mencurahkan hidupnya untuk da’wah. dipertangguh dengan anggota yang militan. nah, jadi ketika ada yang bertanya (ini khusus tentang da’wah sekolah) kenapa kami kesulitan mencari pemateri untuk mengisi forum Annisa’ setiap minggu? maka yang ada akan muncul jawaban seperti ini “kita akan usahakan pemateri baik orang lokal maupun luar daerah, banyaknya SMA di kota payakumbuh (kota tempat tinggal saya) tidak sebanyak mesjidnya kan? kenapa mesjid bisa mendatangkan khatib jum’at setiap minggu? nah lho.. “

kedua, pertemuan untuk membahas da’wah sekolah sudah berkali-kali kita lakukan. tapi, tetap saja pertanyaan yang muncul diakhir pembahasan adalah persoalan yang sama ketika kita juga bermusyawarah beberapa waktu yang lalu. padahal sudah dijawab dengan sangat antusias. iya, saya bertanya untuk saat itu, kenapa pertanyaannya musti sama persis dengan pertanyaan-pertanyaan sebelumnya? ada yang bilang, akar masalahnya dari pola kaderisasi, benar memang sangat benar. dan mungkin ditambah satu hal lagi yaitu kita tidak paham, duhai saudaraku berapa banyak orang tahu tapi tidak paham, karena sebuah pemahaman itu sangatlah berharga.. “rabbizidni ilman warzuqni fahman”

ketiga, kerja da’wah kita banyak. namun coba kita cicil sedikit demi sedikit kerja ini. sekali lagi, sudah cukup rasanya keluhan yang didengar, ayolah kawan jangan mengeluh lagi..

dengan segala ketidakmampuan, saya coba tuliskan. karena da’wah tidak butuh peluh satu orang, da’wah butuh partisipasi kita semua kawan..

wallahua’lam

19 Februari 2009

akhir masa dormansi

Diarsipkan di bawah: record today — email90 @ 11:12

dormansi was go on

nah, sudah lama rasanya tak menulis. bagaikan dua laut yang terletak di timur tengah, ada laut galilea dan laut mati. ada hal mendasar yang membuat kedua laut itu sangat berbeda. laut galilea mengalirkan airnya ke laut yordan sedangkan laut mati hanya menerima tanpa mengalirkan. terlihat kondisi yang berbeda pada dua laut tersebut, laut galilea menghijaukan gurun yang dilewatinya dan menyuburkan tanah untuk kehidupan, sedangkan laut mati, tidak ada yang mampu bertahan hidup disana, laut dengan tidak adanya pembuangan, mati sesuai namanya. hikmah yang berharga untuk jiwa manusia, belajar dari kedua laut ini. jiwa manusia juga seperti itu adanya, apabila memberi sedikit saja, balasan yang didapat bahkan bisa berkali kali lipat. mereka yang merasakan hal ini secara langsung mencoba membahasakannya dalam kata-kata, lahirlah kutipan-kutipan indah yang menggetarkan kerena berasal dari singkronisasi hati dan fikiran ditambah ramuan ajaib yang menghasilkan kekuatan ruh yang terhujam kuat didalam hati, hati yang luasnya tak bertepi. hebat, saya bertemu dengan orang-orang hebat setiap hari! orang-orang yang bisa mengekalkan motivasi, semangat, harapan dalam dirinya. mereka orang-orang hebat yang saya kagumi. nah, bagaimana dengan anda? apa motto hidup yang terus menggerakkan anda sehingga memilih untuk menjadi laut galilea bukan laut mati?!

dormansi, bahasa biologi. maksudnya teh masa ketika biji tidak aktif tumbuh, keadaan seperti ini berlangsung ketika kondisi lingkungan kurang mendukung untuk perkecambahan.. suka makan bubur kacang padi? nah, ketika masih dijual kiloan di pasar, biji kacang padi disebut sedang berada dalam masa dormansi, namun ketika nantinya menemukan lingkungan yang mendukung proses perkecambahan maka akan tumbuh menjadi tumbuhan normal,selanjutnya juga mampu menghasilkan biji kembali untuk perkembangbiakan. (ceritanya saya mo curhat :D ) sudah 1 bulan teng blog ini tidak di update, tidak mengalami penambahan atau pengurangan postingan (halah :D ) tepatnya tanggal 18 januari – 18 februari. baiklah, sekarang kita akhiri masa dormansi ini! lingkungan yang cocok, cukup air, ph sesuai, dan rasa-rasanya bisa memenuhi kebutuhan saya untuk beberapa tahun kemudian :mrgreen:

NB : Diperpus, Ngenet, Rame-rame  :D

18 Januari 2009

untuk kesekian kalinya CINTA.

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — email90 @ 22:08

terinspirasi dari buku “CINTA KITA, BEDA!!” terbitan Pro-U Media penulisnya sepasang suami istri, Muhammad Nazhif Masykur dan Evi Ni’matuzzakiyah. buku hadiah dari saudara di Bandung, anak MyQuran yang kebetulan lahir di Padang sehingga aktif di thread minang. Buku ini direkomendasikan oleh seorang akhwat Bandung juga. bagi yang mengaku masih remaja, kudu musti n wajib nih :mrgreen: baca buku ini.. berikut ulasan singkat saya mengenai buku ini.. :)

 

kira kira menurutmu apa sih definisi cinta? pertanyaan ini yg saya ajukan pada anggota tarbiyah siang ini.. respon yang mereka berikan hanya tersenyum malu-malu dan tersipu-sipu, makin saya tanya makin gagap ga tau mo jawab apa.. hehehh. “hmm,hmm,hmm, cinta itu, hmm,hmm, wah susah kak” itu kata mereka. saya cuma tersenyum lebar dan mulai mendefinisikan cinta menurut saya. cinta itu sama dengan satu per nol yang hasilnya tak terdefinisi. merekapun tertawa. banyak pujangga yang mencoba mendefinisikan cinta, namun saya suka dengan definisi yang satu ini, dari guru matematika. tapi, ada hal penting yang harus kita pahami lebih dari sekedar memahami defenisi dari cinta, yaitu bagaimana menempatkan cinta. mengutip dari seorang punyair ”Aku tidak tahu apakah pesonanya yang memikat atau mungkin akalku yang tidak lagi ditempat”, itu mungkin yang disebut kekuatan cinta, karena cinta itu juga relatif ya kan?

bagi yang pusing karena cinta cobalah sejenak kita melupankannya, karena kadang selesaikan masalah dengan melupakannya (Quotes by Tarbawi). bagaimanapun kita, kita harus sadar dengan sesadar sadarnya bahwa cinta adalah sesuatu yang berharga yang dapat dirasakan manusia sebagai bukti kalau Penciptanya juga mencintainya, ingin hambanya bahagia dengan hadirnya rasa cinta, mungkin ini melatarbelakangi istilah cinta itu anugrah :) . namun, jangan sampe deh rasa cinta yang suci itu ternodai kesuciannya karena susuatu yang tidak suci (welah ribed nih bahasa).

nah, pada halaman 89 ada tulisan ini nih..

aku bertanya kepadamu dimanakah kehalalan pacaran, kalau yang ada justru larangan untuk mengumbar pandangan? “pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. maka barang siapa yang memalingkan pandangan dari kecantikan seorang wanita ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan dihatinya kelezatan sampai pada hari kiamat” (HR Ahmad)

 terlihat bagaimana islam mengatur hal-hal sekecil apapun, walau tampak sepele dalam hal hanya menjaga pandangan, namun yakinlah kalau hal kecil ini tak bisa kita kendalikan maka sangat mungkin ia akan menjadi celah-celah maksiat yang lebih besar. makanya pacaran yang sudah ada tradisinya semenjak zaman purba ini (jadi siapa tuh yang kuno? orang yang pacaran atau yang ga pacaran nih? ), di kategorikan dalam hal yang mendekati zina. ingat kan ayat ini “dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” (QS Al-isro 32)

yah, begitulah karena pacaran bukanlah jalan mengekspresikan rasa cinta. karena saya remaja, maka wajar kalau pacaran punya keterkaitan yang sangat erat (kata mereka) dengan cinta, sehingga ketika seorang remaja seperti saya bicara cinta maka pacaranpun menjadi bagiannya. apalagi kalau ada yang bertanya, adakah pacaran dalam islam? hem. dengan lantang dan tak ragu0ragu akan saya jawab TIDAK. yah, tidak ada pacaran dalam islam, bisa dianalogikan apakah babi menjadi halal setelah membaca bismillah ketika menyembelihnya? yah! tepat! jawabannya adalah TIDAK. begitu juga dengan pacaran.

jadi, kita musti berpandai-pandai dalam menempatkan rasa cinta.. karena cinta itu suci maka jangan nodai. karena saya malu ketika cinta saya belum total kepada Dzat pemberi rasa cinta.. sementara cinta-cinta yang lain begitu menyita fikiran saya..

saat ini, jiwa saya benar-benar dipenuhi cinta.. :)

wallahua’lam

12 Januari 2009

cahaya diatas cahaya

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — email90 @ 23:22

[2:17,257]*[4:174]*[5:15,16,44,46]*[6:91,122]*[7:108,157]*[9:32]*[10:5]*[14:1,5]*[18:90]

[22:8]*[24:35,40]*[25:61]*[33:43,46]*[35:20]*[39:22,69]*[42:52]*[57:9,12,13,19,28]*[61:8]*[64:8]*[65:11]*[66:8]*[71:16]*[75:8]*[84:16]*[86:3]*[91:1]*[92:1]

 

Jangan pusing dulu, kutipan di atas merupakan surat n ayat didalam alqur’an yang harus anda check sekarang.. ayo liat qur’an dan baca terjemahannya.. :mrgreen: dari hasil search kata-kata cahaya terdapat 27 kali dalam surat yang berbeda.. ada apa dengan cahaya?

 

cahaya diatas cahaya, postingan ini terinspirasi dari al-quran surat an-nur ayat 35 “Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”

 

jadi teringat kisah pas MTsN dulu…

 

ada seorang guru faforit saya, beliau biasa dipanggil bu haji, pengajar mata pelajaran Fiqih, umurnya tak muda lagi, saya belajar Fiqih dengan beliau ketika kelas 2 dan 3,  saya menyukai cara mengajarnya, tidak ada keraguan dan punya dalil yang pasti. dan yang paling berkesan, beliau punya metode belajar yang lain dari yang lain..

jam pelajaran Fiqih selalu berada pada jam 1 dan 2, pagi-pagi, ini bukan kebetulan, tentu ada sebabnya. apakah gerangan? ^_^

 

ABG (Anak Baru Gede), memang harus selalu di awasi n diperhatikan dengan penuh kasih sayang. mereka punya gambaran dunia sendiri yang ingin mereka lukis setiap hari, mempunyai keluguan yg bisa menipu n tertipu…

guru yang cerdas adalah yang punya komitmen untuk mengajar sekaligus mendidik, terserah memakai metode apa, yang terpenting mengena dan tepat sasaran. bu haji, punya cara sendiri untuk mendidik anak muridnya, jam pelajaran Fiqih yang selalu pada jam awal pelajaran pagi tidak lain dan tidak bukan untuk melancarkan aksinya kepada kami.. :D . entahkah apakah ini sesuatu yang biasa, tapi tetap saja ini adalah hal yang berkesan bagi diri saya sampai saat ini.. :) .

 

hal yang berkesan itu adalah…

setiap akan memulai pelajaran, beliau selalu mengabsen setiap muridnya, sekaligus menanyakan apakah hari ini sholat subuh atau tidak? katanya, bagi yang ketahuan berbohong bisa dilihat dari cahaya pada mukanya dan bekas tanda pada jidatnya. spontan, seisi kelas riuh, karena bagi yang ketahuan tidak sholat subuh maka bersiaplahlah menerima rapor merah [yang merah itu bukan rapornyah ya :D ]. tak tahu ini memang benar adanya atau hanya hal untuk menakut-nakuti kami, tapi pernah terjadi insiden yang membuat kami semakin percaya dengan “kemampuan” sang guru :mrgreen: , ketika akhirnya salah seorang teman mengakui juga kebohongannya.

dan ada pula yang mencoba cara nyeleneh lainnya, seperti : “kalau awak manjalang pai sakolah, wak gosok-an minyak tounco ka kaniang supayo nampak licin”, spontan kamipun sakit perut karena tertawa.. :D

 

tapi, terlepas dari itu semua, hal yang mula-mulanya dipaksakan akan bisa menjadi kebiasaan.. sehingga kami paham kalau sholat itu wajib, tidak hanya sekedar tahu..

bagaimana sekarang kabarnya bu haji? sudah lama tak mendengar kabarnya, karena setelah saya tamat, beliaupun pensiun..

 

semoga Allah SWT melimpahkan rahmad dan ridho-Nya untuknya untuk guru kebanggaan dan guru faforitku.. ^-^

 

cahaya.. cukuplah itu menjadi tanda-tanda bagi orang-orang yang berfikir..

 

wallahua’lam

8 Januari 2009

Bahasa itu Ajaib

Diarsipkan di bawah: sekedar opini — Tag: — email90 @ 21:25

bagaimana memahamkan apa yang kita inginkan pada seseorang, menjabarkan ide-ide cemerlang, memahami keadaan lawan bicara, menularkan semangat, suka tidak suka, dan senang tidak senang itu semua tercipta karena kita punya bahasa

sedari kecil, ketika muncul kedunia, menangis dan tertawa itu bahasa pertama yang kita gunakan. beranjak tahun, kitapun mulai membahasakan bahasa itu kedalam kata-kata yang sampai sekarang kita kenal melalui pelajaran mnulis dan membaca Bahasa Indonesia ketika TK dahulu, itu karena kita terlahir di bumi nan elok, bumi pertiwi, bangsa indonesia.

ajaibnya bahasa, ada orang yang sembuh dari komplikasi penyakit karena bahasa, yah.bahasa yang ia coba ungkapkan dalam bentuk kata-kata yang terangkai dalam tulisan, akhirnya menjadi buku sehingga tersematlah julukan penulis yang paling produktif. itu semua karena kita punya bahasa.

ajaibnya bahasa, bahasa gaul, bahasa kampung, dan bahasa resmi. bagaimana bahasa tercipta, tidakkah itu hebat? ajaib? yang lebih hebat lagi bagaimana kata-kata bisa mewakili jiwa. tidakkah bahasa itu menakjubkan?

ajaibnya bahasa, ia bisa menyangkut 2 bagian, bahasa lisan dan bahasa tulisan. kemudian bahasa lisan terbagi lagi menjadi kalimat langsung dan tak langsung. bahasa tulisan terbagi atas maksud tersurat dan tersirat. ah, ternyata ada banyak orang pengagum bahasa, karena ternyata bahasa itu ajaib, ada banyak orang yang menguasai beragam bahasa, katanya bahasa itu unik. 

bagaimana seseorang bisa menangis karena bahasa dan gembirapun karena bahasa. yah, lebih tepat rasanya kalau disebut bahasa.

semutpun punya bahasa. Makhluk Hidup punya bahasa, karena mereka mampu merasa, dan karena mereka diciptakan untuk memikirkan dan merekapun mambahasakan..

“maka, nikamat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

wallahua’lam

4 Januari 2009

titik, garis, n huruf..

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — email90 @ 15:37

susah bertanya pada kejujuran..

cukuplah hilangkan saja angan-angan..

berganti tatapan yakin akan kepedulian..

hidup sudah cukup bosan melihatmu.

sudah geram dengan tingkahmu.

biarlah, hilangkan semua..

belajar melupakan salah, susah, pengorbanan yang salah kaprah.

katanya beresolusi itu akan lebih baik..

selamat membuat resolusi..

welcome a new day..

bukan karena aku tak mampu

tapi, dulu aku belum tahu, belum paham, belum sadar.

bagaimana sekarang?

« Tulisan Lebih BaruTulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.